Pages

Sabtu, 30 November 2013

Bahasa Indonesia, Film Nasional, dan Generasi Bangsa


Tahukah Anda bahwa tahun 2008 disebut sebagai tahun bahasa Indonesia? Pada tahun 2008, bahasa Indonesia genap berusia delapan puluh tahun. Karena itulah, tahun ini merupakan Tahun Bahasa Indonesia. Berbagai kegiatan pun mulai dipersiapkan untuk menyambutnya. Berbagai kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tahun ini guna memajukan dunia bahasa dan sastra Indonesia dan daerah di tanah air kita. Berbagai lomba mulai dari lomba baca puisi sampai kompetisi membuat laman atau website bertemakan bahasa dan sastra Indonesia dan daerah akan digelar, seminar, dan kegiatan lainnya pun juga akan digelar termasuk Kongres Bahasa Indonesia Tahun 2008.
Berdasarkan hal di atas, kita dapat mengetahui bahwa semangat untuk memajukan bahasa dan sastra Indonesia dan daerah di tanah air ini masih sangat tinggi oleh sebagian orang Indonesia. Mengapa saya mengatakan sebagian dan bukannya seluruh orang Indonesia? Karena pada kenyataannya memang hanya sebagian saja dari seluruh orang Indonesia yang peduli dengan hidup matinya bahasa dan sastra Indonesia dan daerah. Sebagiannya lagi memilih tidak peduli. Sebagai warga negara Indonesia, kita seharusnya peduli dengan kehidupan dan perkembangan bahasa dan sastra Indonesia dan daerah.
Dewasa ini, pemakaian bahasa Indonesia baik dalam kehidupan nyata maupun fiksi mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa gaul yang notabene adalah berasal dari bahasa Betawi. Hal ini dapat dimaklumi karena bahasa Betawi adalah bahasa asli Jakarta yang merupakan Daerah Khusus Ibukota negara Indonesia. Dengan memakai bahasa gaul tersebut, pemakainya akan dikatakan sebagai orang kota yang modern dan bukan orang daerah yang kurang modern. Anggapan seperti ini jelas salah karena bahasa gaul tersebut sangat dekat dengan bahasa Betawi yang merupakan salah satu bahasa daerah juga di Indonesia. Antara bahasa Indonesia dan bahasa gaul tentunya lebih modern dan lebih maju bahasa Indonesia. Hal ini karena bahasa Indonesia merupakan bahasa tingkat nasional yang berasal dari bahasa-bahasa daerah di Indonesia dan bahasa asing. Sebaliknya, bahasa gaul hanya merupakan bahasa tingkat daerah yang berasal dari bahasa Betawi.
Dunia film nasional di Indonesia juga tidak lepas dari pemakaian bahasa gaul ini. Tidak jarang pemakaian bahasa gaul muncul dalam pembicaraan tokoh-tokoh dalam film nasional di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu penyebab pemakaian bahasa gaul dalam masyarakat di Indonesia semakin luas karena para aktor dan aktris idola masyarakat yang memainkan peran dalam film-film nasional tersebut berbahasa gaul. Sebagian masyarakat terbukti 
menirukan bahasa gaul yang dipakai oleh para tokoh dalam film nasional yang mereka tonton. Sebagai film nasional seharusnya tidak memakai bahasa gaul dalam percakapan para tokohnya karena bahasa gaul bukanlah bahasa nasional. Bahasa yang dipakai dalam film nasional seharusnya juga bahasa nasional, yakni bahasa Indonesia.
Peniruan bahasa gaul oleh masyarakat luas di Indonesia tentu saja berdampak negatif terhadap pemakaian bahasa Indonesia secara baik dan benar pada saat ini dan pada masa yang akan datang. Saat ini jelas di masyarakat sudah banyak adanya pemakaian bahasa gaul dan parahnya lagi generasi muda Indonesia juga tidak lepas dari pemakaian bahasa gaul ini. Bahkan, para generasi muda inilah yang paling banyak memakai bahasa gaul daripada memakai bahasa Indonesia. Untuk menghindari pemakaian bahasa gaul yang sangat luas di masyarakat pada masa depan, perlu adanya usaha pada saat ini menanamkan dan menumbuh kembangkan pemahaman dan kecintaan dalam diri generasi bangsa terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional. Para orang tua, guru dan pemerintah sangat dituntut kinerja mereka dalam menanamkan dan menumbuh kembangkan pemahaman dan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap bahasa Indonesia. Dengan demikian, pemakaian bahasa Indonesia secara baik dan benar pada saat ini dan pada masa depan dapat meningkat.


Senin, 17 Juni 2013

PENGARUH KETIDAK STABILAN PENDIDIKAN DI INDONESIA TERHADAP MASA DEPAN (Penulisan Ilmiah-softskill)


1.Latar Belakang

Di era sekarang  pendidikan di Indonesia sudah sangat ketat  persainngnnya, dimana  kita sebagai masyarakat harus lebih memiliki tekad untuk mencerdaskan kehidupan kita di masa yang akan datang dengan mengeyam suatu pendidikan, mulai dari pendidikan dini, dasar,menengah,dan atas. Dengan pendidikan kita dapat bersaing lebih dapat mengerti apa pentingnya pendidikan.  Bagi yang tidak mengeyam pendidikan pasti dia akan terus jalan ditempat atau hidupnya akan terus tertinggal dengan seiring berjalannya waktu, karena dia tidak mau meluangkan waktunya untuk suatu pendidikan dan pastinya seseorang yang tidak memiliki pendidikan akan mudah putus asa karena ketidaktahuannya.
Kualitas pendidikan di Indonesia sampai saat ini pun masih sangat memprihatinkan,hal ini disebabkan karena berbagai faktor yang ada. Setiap menitnya 4 dari 10 anak bisa putus sekolah. Hal ini disebabkan karena berbagai faktor yang mempengaruhi tingginya angka putus sekolah di Indonesia. Faktor yang paling umum yang menyebabkan anak-anak putus sekolah karena tingginya biaya pendidikan yang ada dan faktor keluarga yang memiliki penghasilan yang sangat minim.
Karena faktor tersebutlah siswa tidak dapat melanjutkan pendidikan. Dan baru-baru ini fakta yang mencengangkan dari pendidikan di Indonesia kurang lebihnya 50% guru di negara kita ini tidak memiliki suatu kualifikasi yang cukup untuk mengajar.fakta lainnya adalah masih banyak sekolah di Indonesia yang kekurangan staff pengajar. Hampir 70% daerah terpencil di Indonesia kekurangan staff pengajar dan  masih banyak lagi fakta fakta yang memnyebabkan rendahnya pendidikan di Indonesia.

2. Permasalahan

2.1Pembahasan Masalah

            Pendidikan di Indonesia dapat dilaksanakan dengan berbagai aspek kebutuhan yang sudah semakin berkembang dengan banyak cara seperti diterapkannya pendidikan agama dirumah, disekolah, bahkan perguruan tinggi. Hal ini dapat diterapkan dengan berbagai cara misalnya mengadakan kegiatan pengajian seminggu sekali, mengadakan ceramah-ceramah di masyarakat. Ini semua harus mulai diterapkan karena pikiran akan berkembang  sangat besar di sekolah atau perguruan tinggi melalui berbagai macam bidang study. Jika pendidikan dapat membuahkan hasil suatu kualitas yang semakin baik daari sebelumnya maka pendidikan di negara ini akan mampu mengejar ketinggalan masyarakatnya menuju suatu peradaban yang lebih baik lagi.
            Kualitas pendidikan di Indonesia memanglah masih dikatakan  jauh dari kata baik. Kualitas suatu pendidikan itu bukan hanya dilihat dari sebagus mana sekolah, staff pengajar,dan pelajar. Tapi kalau kita berbicara tentang kualitas berarti kita harus bertanggung jawab untuk mendapatkan suatu kualitas yang baik. Agar masyarakat yang peduli akan  nasib bangsa kita ini menjadi lebih peka lagi agar kualitas pendidikan di negara kita ini akan lebih baik lagi.
            Penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia secara umum,yaitu:

1.      Efektifitas pendidikan di Indonesia
Pendidikan yang efektif adalah suatu pendidikan yang memungkinkabn pelajar untuk dapat belajar dengan mudah dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang  dijharapkan. Dengan demikian staff pengajar dituntut untuk dapat ,eningkyakan keefektifitasan pembelajaran agar dapat berguna.
Efektifitas pendidikan di Indonesia sangat rendah. Karena selama ini banyak pendapat yangberanggapan bahwa suatu pendidikan yang formal dinilai hanya menjdai formalitas saja untuk membentuk suatu SDM. Yang terpenting adalah telah melaksanakan pendidikan di jenjang yang tinggi dan dapat dianggap hebat oleh masyarakat. Anggapan seperti itu juga yang sebenarnya menyebabkan efektifitas pendidikan di indonesia sangat rendah.

2.      Efisiensi pengajaran di Indonesia
Efisien adalah bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih”murah”. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita dapat memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Hal-hal itu jugalah yang kurang jika kita lihat pendidikan di Indonesia. Kita kurang mempertimbangkan  prosesnya. Hanya bagaimana dapat meraih standar hasil yang telah disepakati. Beberapa masalah efisiensi pengajaran di Indonesia adalah,mahalnya biaya pendidikan, waktu yang digunakan dalam suatu proses pendidikan, mutu pengajar dan banyak hal lainnya yang menyebablan kurang efisiennya proses pendidikan di Indonesia.\

3.      Standarisasi pendidikan di Indonesia
Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia kita juga harus melihat tentang standarisasi pengajaran yang kita ambil. Tentunya setelah kita melewati proses untuk memnentukan standar yang akan diambil. Beberapa masalah yang menyebabkan rendahnya kualoitas pendidikan di Indonesia;
a.       Rendahnya kualitas darana fisik
Banyak sekali sekolah-sekolah ataupun perguruan tinggi yang gedungnya rusak,kepemilikan dan penggunaan media belajar yang rendah,buku perpustakaan yang tidak lengkap
b.      Rendahnya kualitas pengajar
Keadaan pengajar di Indonesia juga sangat memprihatinkan, banyak guru yang belum memilioki keprofesionalan yang memadai dalam proses mengajar.
c.       Rendahnya kesejahteraan guru
Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendanya kualitas pendidikan.
d.      Rendahnya prestasi siswa
Rendahnya sarana fisik,kualitas pengajar,kesejahteraan guru menyebabkan pencapaiab prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan.
e.       Mahalnya biaya pendidikan\
Pendidikan yang bermutu itu sangatlah mahal,mahalnya biaya yang dikeluarkan masyarakat untu mengenyam bangku pendidikan membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain selain tidak bersekolah.
4.      Solusi dari permasalahan pendidikan di Indonesia
Secara garis besar ada dua solusi yang dapat  diberikan:
Pertama, solusi sistematik, yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini diterapkan dalanm konteks sistem ekonomi kapitalisme yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik termasuk pendanaan pendidikan.
Kedua, solusi teknis yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkaitlangsung dengan pendidikan.



2.2Asumsi

1.Untuk pemerintah

Semoga ini bisa menjadi salahsatu  “alat” untuk dapat meningkatkan pendidikan yang ada di Indonesia agar nantinya masyarakat di Indonesia dapat menyadari bahwa pentingnya pendidikan

2.Untuk staff pengajar

Semoga ini bisa menjadi salah satu “alat” dalam  sistem mengajar disekolah-sekolah, dan kesediaan para staff pengajar untuk mau berpartisipasi dalam mencerdaskan anak bangsa di daerah-daerah terpencil agar mereka tidak lagi tertinggal,serta agar semua siswa/i dapat memperoleh prestasi yang  lebih baik.

3.Untuk masyarakat luas
Semoga ini bisa jadi pembelajaran agar kita tahu begitu tertinggalnya pendidikan kita, dan sebagai acuan pembelajaran agar kita menjadi lebih giat lagi untuk meningkatkan mutu pendidikan seperti pada umumnya.

3. Landasan teori

Dalam pendidikan terdapat suatu sistem yang kompleks, dimana sistem tersebut memiliki beberapa komponen yang saling berhubungan dan membentuk suatu kesatuan untuk mencapai tujuan yang sama yaitu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, maka sebuah sistem yang memiliki banyak komponen tersebut, harus berjalan dengan baik sesuai fungsinya masing-masing. 

Penyelenggaraan sistem pendidikan di sebuah negara memiliki perbedaan satu sama lain yang dipengaruhi oleh sistem sosial budaya yang hidup dan berkembang di dalam masyarakat dan negara tersebut. Hal ini menjadi sangat kompleks mengingat sebuah negara memiliki jumlah individu yang sangat banyak dan beragam, sehingga penyelenggaraan pendidikan juga membutuhkan pengelolaan yang sistematis dan sistemik. Pengelolaan yang tidak sederhana tersebut meliputi level instruksional (ruang kelas), level administratif (sekolah), level wilayah, level nasional hingga level global. Keseluruhan level atau tahapan merupakan rangkaian proses yang kompleks namun memiliki tujuan yang sama yaitu mencapai tujuan pendidikan nasional dan hal ini merupakan perwujudan dari sebuah sistem yang berorientasi pada pemecahan masalah secara efektif dan efisien.


3.1 Hipotesa

Dalam penelitian ini diperlukan sejumlah hipotesa sebagai berikut:
a.       Kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Indonesia masih rendah\
b.      Banyaknya faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Indonesia
c.       Banyak usaha yang dapat dilakuakan dalam meningkatkan  kualiotas pendidikan dan sumber daya manusia di Indonesia


4.Pembahasan

Pendidikan di Indonesia dapat dilaksanakan dengan berbagai aspek kebutuhan yang sudah semakin berkembang dengan banyak cara seperti diterapkannya pendidikan agama dirumah, disekolah, bahkan perguruan tinggi. Hal ini dapat diterapkan dengan berbagai cara misalnya mengadakan kegiatan pengajian seminggu sekali, mengadakan ceramah-ceramah di masyarakat. Ini semua harus mulai diterapkan karena pikiran akan berkembang  sangat besar di sekolah atau perguruan tinggi melalui berbagai macam bidang study. Jika pendidikan dapat membuahkan hasil suatu kualitas yang semakin baik daari sebelumnya maka pendidikan di negara ini akan mampu mengejar ketinggalan masyarakatnya menuju suatu peradaban yang lebih baik lagi.
            Kualitas pendidikan di Indonesia memanglah masih dikatakan  jauh dari kata baik. Kualitas suatu pendidikan itu bukan hanya dilihat dari sebagus mana sekolah, staff pengajar,dan pelajar. Tapi kalau kita berbicara tentang kualitas berarti kita harus bertanggung jawab untuk mendapatkan suatu kualitas yang baik. Agar masyarakat yang peduli akan  nasib bangsa kita ini menjadi lebih peka lagi agar kualitas pendidikan di negara kita ini akan lebih baik lagi.
            Penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia secara umum,yaitu:

1.      Efektifitas pendidikan di Indonesia
Pendidikan yang efektif adalah suatu pendidikan yang memungkinkabn pelajar untuk dapat belajar dengan mudah dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang  dijharapkan. Dengan demikian staff pengajar dituntut untuk dapat ,eningkyakan keefektifitasan pembelajaran agar dapat berguna.
Efektifitas pendidikan di Indonesia sangat rendah. Setelah praktisi pendidikan melakukan penilitian dan survey ke lapangan, salah satu penyebabnya adalah ketidak adaannya tujuan suatu pendidikan yang jelas sebelum kegiatan belajar dilaksanakan. Hal ini menyebabkan pelajar dan pendidik tidak tahu apa yang akan dihasilkan sehingga tidak mempunyai gambaran yang jelas dalam proses pendidikan. Jelas hal ini merupakan masalah terpenting jika kita menginginkan efektifitas pengajaran. Bagaimana mungkin tujuan akan tercapai apabila kita tidak tahu apa tujuan kita.
Karena selama ini banyak pendapat yangberanggapan bahwa suatu pendidikan yang formal dinilai hanya menjdai formalitas saja untuk membentuk suatu SDM. Yang terpenting adalah telah melaksanakan pendidikan di jenjang yang tinggi dan dapat dianggap hebat oleh masyarakat. Anggapan seperti itu juga yang sebenarnya menyebabkan efektifitas pendidikan di indonesia sangat rendah.

2.      Efisiensi pengajaran di Indonesia
Efisien adalah bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih”murah”. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita dapat memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Hal-hal itu jugalah yang kurang jika kita lihat pendidikan di Indonesia. Kita kurang mempertimbangkan  prosesnya. Hanya bagaimana dapat meraih standar hasil yang telah disepakati. Beberapa masalah efisiensi pengajaran di Indonesia adalah,mahalnya biaya pendidikan, waktu yang digunakan dalam suatu proses pendidikan, mutu pengajar dan banyak hal lainnya yang menyebablan kurang efisiennya proses pendidikan di Indonesia. Masalah mahalnya biaya pendidikan di Indonesia sudah menjadi rahasia umum bagi kita. Sebenarnya harga pendidikan di negara kita ini relatiive lebih rendah jika kita bandinglan dengan negara lain yang tidak mengambil sistem free cost education. Namun mengapa kita masih menganggap pendidikan di negara kita ciukup mahal?  Selain masalah mahalnya biaya pendidikan masalah lainnya adalah waktu pengajaran, dengan survey lapangan, dapat kita lihat bahwa pendidikan tatap muka di negra kita ini relative lebih lama dibandingkan dengan negara lain. Selain itu, kurangnya mutu pengajar disebabkan oleh oengajar yang mengajar tidak pada kompetensinya.sistem pendidikan yang baik juga berperan penting dalam meningkatkan suatu efisiensi pendidikan. Sangat disayangkan juga sistem pendidikan kita berubah-ubah sehingga membingungkan pendidik dan pelajar.

3.      Standarisasi pendidikan di Indonesia
Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia kita juga harus melihat tentang standarisasi pengajaran yang kita ambil. Dunia pendidikan terus berubah begitu juga dengan kompetensinya yang dibutuhkan masyarakat  terus-menerus berubah apalagi didalam dunia terbuka dalam dunia modern dalam era globalisasi. Kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh seseorang dalam lembaga pendidikan haruslah memenuhi standar. Tentunya setelah kita melewati proses untuk memnentukan standar yang akan diambil. Beberapa masalah yang menyebabkan rendahnya kualoitas pendidikan di Indonesia;
1.      Rendahnya kualitas darana fisik
Banyak sekali sekolah-sekolah ataupun perguruan tinggi yang gedungnya rusak,kepemilikan dan penggunaan media belajar yang rendah,buku perpustakaan yang tidak lengkap
2.      Rendahnya kualitas pengajar
Keadaan pengajar di Indonesia juga sangat memprihatinkan, banyak guru yang belum memilioki keprofesionalan yang memadai dalam proses mengajar.
3.      Rendahnya kesejahteraan guru
Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendanya kualitas pendidikan.
4.      Rendahnya prestasi siswa
Rendahnya sarana fisik,kualitas pengajar,kesejahteraan guru menyebabkan pencapaiab prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan.
5.      Mahalnya biaya pendidikan\
Pendidikan yang bermutu itu sangatlah mahal,mahalnya biaya yang dikeluarkan masyarakat untu mengenyam bangku pendidikan membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain selain tidak bersekolah.

4.      Solusi dari permasalahan pendidikan di Indonesia
Secara garis besar ada dua solusi yang dapat  diberikan:
Pertama, solusi sistematik, yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini diterapkan dalanm konteks sistem ekonomi kapitalisme yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik termasuk pendanaan pendidikan.
Maka solusi untuk masalah-masalah yang ada khususnya yang menyangkut perihal pembiayaan seperti rendahnya sarana fisik,kesejahteraan guru, dan mahalnya biaya pendidikan berarti memnuntut juga perubahan sistem ekonomi kapitalis yang kejam. Maka sistem kapitalis saat ini wajib dihentikan dan diganti dengan sistem ekonomi islam yang menggariskan bahwa pemerintahlah yuang akan menanggung segala pembiayaan pendidikan negara.
Kedua, solusi teknis yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkaitlangsung dengan pendidikan. Solusiini misalnya untuk menyelesaikan maslah kualitas guru dan prestasi pelajar.
Maka, solusi untuk masalah-masalh teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Rendahnya kualitas guru misalnya disamping diberi solusi peningkatan kesejahteraan juga diberi solusi dengan membiayai guru untuk melanjutkan ke jenjangpendidikan yang lebih tinggi dan memberikan pelatiha n-pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi pelajar misalnya diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran.






5.Penutup

5.1Kesimpulan

kualitas pendidikan di Indonesia masih sangat rendah apabila kita bandingkan dengan kualitas-kualitas pendidikan di negara lain. Hal-hal yang menjadi penyebab  utamanya yaitu efektifitas,efisiensi, dan standarisasi pendidikan yang masih kurang dioptimalkan.
Masalah-masalah lainnya yang menjadi penyebanya adalah:
1.      Rendahnya kualitas darana fisik
2.      Rendahnya kualitas pengajar
3.      Rendahnya kesejahteraan guru.
4.      Rendahnya prestasi siswa
5.      Mahalnya biaya pendidikan
Adapun solusi yang dapt diberikan dari permasalahandiatas antara lain dengan mengubah sistem-sitem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan.


5.2 Saran

Perkembangan di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan sistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. Salah satu cara yang harus dilakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini menjadi lebih baik lagi dalam bersaing secara sehat di segala bidang di dunia Internasional.




Daftar Pustaka









PENGARUH KETIDAK STABILAN PENDIDIKAN DI INDONESIA TERHADAP MASA DEPAN










Nama                             RatihKusumaDewi
Npm                              :  15111893
Kelas                             :  2KA16
Fakultas                        :  FIKTI











FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
            2013






1.Latar Belakang

Di era sekarang  pendidikan di Indonesia sudah sangat ketat  persainngnnya, dimana  kita sebagai masyarakat harus lebih memiliki tekad untuk mencerdaskan kehidupan kita di masa yang akan datang dengan mengeyam suatu pendidikan, mulai dari pendidikan dini, dasar,menengah,dan atas. Dengan pendidikan kita dapat bersaing lebih dapat mengerti apa pentingnya pendidikan.  Bagi yang tidak mengeyam pendidikan pasti dia akan terus jalan ditempat atau hidupnya akan terus tertinggal dengan seiring berjalannya waktu, karena dia tidak mau meluangkan waktunya untuk suatu pendidikan dan pastinya seseorang yang tidak memiliki pendidikan akan mudah putus asa karena ketidaktahuannya.
Kualitas pendidikan di Indonesia sampai saat ini pun masih sangat memprihatinkan,hal ini disebabkan karena berbagai faktor yang ada. Setiap menitnya 4 dari 10 anak bisa putus sekolah. Hal ini disebabkan karena berbagai faktor yang mempengaruhi tingginya angka putus sekolah di Indonesia. Faktor yang paling umum yang menyebabkan anak-anak putus sekolah karena tingginya biaya pendidikan yang ada dan faktor keluarga yang memiliki penghasilan yang sangat minim.
Karena faktor tersebutlah siswa tidak dapat melanjutkan pendidikan. Dan baru-baru ini fakta yang mencengangkan dari pendidikan di Indonesia kurang lebihnya 50% guru di negara kita ini tidak memiliki suatu kualifikasi yang cukup untuk mengajar.fakta lainnya adalah masih banyak sekolah di Indonesia yang kekurangan staff pengajar. Hampir 70% daerah terpencil di Indonesia kekurangan staff pengajar dan  masih banyak lagi fakta fakta yang memnyebabkan rendahnya pendidikan di Indonesia.

2. Permasalahan

2.1Pembahasan Masalah

            Pendidikan di Indonesia dapat dilaksanakan dengan berbagai aspek kebutuhan yang sudah semakin berkembang dengan banyak cara seperti diterapkannya pendidikan agama dirumah, disekolah, bahkan perguruan tinggi. Hal ini dapat diterapkan dengan berbagai cara misalnya mengadakan kegiatan pengajian seminggu sekali, mengadakan ceramah-ceramah di masyarakat. Ini semua harus mulai diterapkan karena pikiran akan berkembang  sangat besar di sekolah atau perguruan tinggi melalui berbagai macam bidang study. Jika pendidikan dapat membuahkan hasil suatu kualitas yang semakin baik daari sebelumnya maka pendidikan di negara ini akan mampu mengejar ketinggalan masyarakatnya menuju suatu peradaban yang lebih baik lagi.
            Kualitas pendidikan di Indonesia memanglah masih dikatakan  jauh dari kata baik. Kualitas suatu pendidikan itu bukan hanya dilihat dari sebagus mana sekolah, staff pengajar,dan pelajar. Tapi kalau kita berbicara tentang kualitas berarti kita harus bertanggung jawab untuk mendapatkan suatu kualitas yang baik. Agar masyarakat yang peduli akan  nasib bangsa kita ini menjadi lebih peka lagi agar kualitas pendidikan di negara kita ini akan lebih baik lagi.
            Penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia secara umum,yaitu:

1.      Efektifitas pendidikan di Indonesia
Pendidikan yang efektif adalah suatu pendidikan yang memungkinkabn pelajar untuk dapat belajar dengan mudah dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang  dijharapkan. Dengan demikian staff pengajar dituntut untuk dapat ,eningkyakan keefektifitasan pembelajaran agar dapat berguna.
Efektifitas pendidikan di Indonesia sangat rendah. Karena selama ini banyak pendapat yangberanggapan bahwa suatu pendidikan yang formal dinilai hanya menjdai formalitas saja untuk membentuk suatu SDM. Yang terpenting adalah telah melaksanakan pendidikan di jenjang yang tinggi dan dapat dianggap hebat oleh masyarakat. Anggapan seperti itu juga yang sebenarnya menyebabkan efektifitas pendidikan di indonesia sangat rendah.

2.      Efisiensi pengajaran di Indonesia
Efisien adalah bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih”murah”. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita dapat memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Hal-hal itu jugalah yang kurang jika kita lihat pendidikan di Indonesia. Kita kurang mempertimbangkan  prosesnya. Hanya bagaimana dapat meraih standar hasil yang telah disepakati. Beberapa masalah efisiensi pengajaran di Indonesia adalah,mahalnya biaya pendidikan, waktu yang digunakan dalam suatu proses pendidikan, mutu pengajar dan banyak hal lainnya yang menyebablan kurang efisiennya proses pendidikan di Indonesia.\

3.      Standarisasi pendidikan di Indonesia
Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia kita juga harus melihat tentang standarisasi pengajaran yang kita ambil. Tentunya setelah kita melewati proses untuk memnentukan standar yang akan diambil. Beberapa masalah yang menyebabkan rendahnya kualoitas pendidikan di Indonesia;
a.       Rendahnya kualitas darana fisik
Banyak sekali sekolah-sekolah ataupun perguruan tinggi yang gedungnya rusak,kepemilikan dan penggunaan media belajar yang rendah,buku perpustakaan yang tidak lengkap
b.      Rendahnya kualitas pengajar
Keadaan pengajar di Indonesia juga sangat memprihatinkan, banyak guru yang belum memilioki keprofesionalan yang memadai dalam proses mengajar.
c.       Rendahnya kesejahteraan guru
Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendanya kualitas pendidikan.
d.      Rendahnya prestasi siswa
Rendahnya sarana fisik,kualitas pengajar,kesejahteraan guru menyebabkan pencapaiab prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan.
e.       Mahalnya biaya pendidikan\
Pendidikan yang bermutu itu sangatlah mahal,mahalnya biaya yang dikeluarkan masyarakat untu mengenyam bangku pendidikan membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain selain tidak bersekolah.
4.      Solusi dari permasalahan pendidikan di Indonesia
Secara garis besar ada dua solusi yang dapat  diberikan:
Pertama, solusi sistematik, yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini diterapkan dalanm konteks sistem ekonomi kapitalisme yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik termasuk pendanaan pendidikan.
Kedua, solusi teknis yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkaitlangsung dengan pendidikan.



2.2Asumsi

1.Untuk pemerintah

Semoga ini bisa menjadi salahsatu  “alat” untuk dapat meningkatkan pendidikan yang ada di Indonesia agar nantinya masyarakat di Indonesia dapat menyadari bahwa pentingnya pendidikan

2.Untuk staff pengajar

Semoga ini bisa menjadi salah satu “alat” dalam  sistem mengajar disekolah-sekolah, dan kesediaan para staff pengajar untuk mau berpartisipasi dalam mencerdaskan anak bangsa di daerah-daerah terpencil agar mereka tidak lagi tertinggal,serta agar semua siswa/i dapat memperoleh prestasi yang  lebih baik.

3.Untuk masyarakat luas
Semoga ini bisa jadi pembelajaran agar kita tahu begitu tertinggalnya pendidikan kita, dan sebagai acuan pembelajaran agar kita menjadi lebih giat lagi untuk meningkatkan mutu pendidikan seperti pada umumnya.

3. Landasan teori

Dalam pendidikan terdapat suatu sistem yang kompleks, dimana sistem tersebut memiliki beberapa komponen yang saling berhubungan dan membentuk suatu kesatuan untuk mencapai tujuan yang sama yaitu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, maka sebuah sistem yang memiliki banyak komponen tersebut, harus berjalan dengan baik sesuai fungsinya masing-masing. 

Penyelenggaraan sistem pendidikan di sebuah negara memiliki perbedaan satu sama lain yang dipengaruhi oleh sistem sosial budaya yang hidup dan berkembang di dalam masyarakat dan negara tersebut. Hal ini menjadi sangat kompleks mengingat sebuah negara memiliki jumlah individu yang sangat banyak dan beragam, sehingga penyelenggaraan pendidikan juga membutuhkan pengelolaan yang sistematis dan sistemik. Pengelolaan yang tidak sederhana tersebut meliputi level instruksional (ruang kelas), level administratif (sekolah), level wilayah, level nasional hingga level global. Keseluruhan level atau tahapan merupakan rangkaian proses yang kompleks namun memiliki tujuan yang sama yaitu mencapai tujuan pendidikan nasional dan hal ini merupakan perwujudan dari sebuah sistem yang berorientasi pada pemecahan masalah secara efektif dan efisien.


3.1 Hipotesa

Dalam penelitian ini diperlukan sejumlah hipotesa sebagai berikut:
a.       Kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Indonesia masih rendah\
b.      Banyaknya faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Indonesia
c.       Banyak usaha yang dapat dilakuakan dalam meningkatkan  kualiotas pendidikan dan sumber daya manusia di Indonesia


4.Pembahasan

Pendidikan di Indonesia dapat dilaksanakan dengan berbagai aspek kebutuhan yang sudah semakin berkembang dengan banyak cara seperti diterapkannya pendidikan agama dirumah, disekolah, bahkan perguruan tinggi. Hal ini dapat diterapkan dengan berbagai cara misalnya mengadakan kegiatan pengajian seminggu sekali, mengadakan ceramah-ceramah di masyarakat. Ini semua harus mulai diterapkan karena pikiran akan berkembang  sangat besar di sekolah atau perguruan tinggi melalui berbagai macam bidang study. Jika pendidikan dapat membuahkan hasil suatu kualitas yang semakin baik daari sebelumnya maka pendidikan di negara ini akan mampu mengejar ketinggalan masyarakatnya menuju suatu peradaban yang lebih baik lagi.
            Kualitas pendidikan di Indonesia memanglah masih dikatakan  jauh dari kata baik. Kualitas suatu pendidikan itu bukan hanya dilihat dari sebagus mana sekolah, staff pengajar,dan pelajar. Tapi kalau kita berbicara tentang kualitas berarti kita harus bertanggung jawab untuk mendapatkan suatu kualitas yang baik. Agar masyarakat yang peduli akan  nasib bangsa kita ini menjadi lebih peka lagi agar kualitas pendidikan di negara kita ini akan lebih baik lagi.
            Penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia secara umum,yaitu:

1.      Efektifitas pendidikan di Indonesia
Pendidikan yang efektif adalah suatu pendidikan yang memungkinkabn pelajar untuk dapat belajar dengan mudah dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang  dijharapkan. Dengan demikian staff pengajar dituntut untuk dapat ,eningkyakan keefektifitasan pembelajaran agar dapat berguna.
Efektifitas pendidikan di Indonesia sangat rendah. Setelah praktisi pendidikan melakukan penilitian dan survey ke lapangan, salah satu penyebabnya adalah ketidak adaannya tujuan suatu pendidikan yang jelas sebelum kegiatan belajar dilaksanakan. Hal ini menyebabkan pelajar dan pendidik tidak tahu apa yang akan dihasilkan sehingga tidak mempunyai gambaran yang jelas dalam proses pendidikan. Jelas hal ini merupakan masalah terpenting jika kita menginginkan efektifitas pengajaran. Bagaimana mungkin tujuan akan tercapai apabila kita tidak tahu apa tujuan kita.
Karena selama ini banyak pendapat yangberanggapan bahwa suatu pendidikan yang formal dinilai hanya menjdai formalitas saja untuk membentuk suatu SDM. Yang terpenting adalah telah melaksanakan pendidikan di jenjang yang tinggi dan dapat dianggap hebat oleh masyarakat. Anggapan seperti itu juga yang sebenarnya menyebabkan efektifitas pendidikan di indonesia sangat rendah.

2.      Efisiensi pengajaran di Indonesia
Efisien adalah bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih”murah”. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita dapat memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Hal-hal itu jugalah yang kurang jika kita lihat pendidikan di Indonesia. Kita kurang mempertimbangkan  prosesnya. Hanya bagaimana dapat meraih standar hasil yang telah disepakati. Beberapa masalah efisiensi pengajaran di Indonesia adalah,mahalnya biaya pendidikan, waktu yang digunakan dalam suatu proses pendidikan, mutu pengajar dan banyak hal lainnya yang menyebablan kurang efisiennya proses pendidikan di Indonesia. Masalah mahalnya biaya pendidikan di Indonesia sudah menjadi rahasia umum bagi kita. Sebenarnya harga pendidikan di negara kita ini relatiive lebih rendah jika kita bandinglan dengan negara lain yang tidak mengambil sistem free cost education. Namun mengapa kita masih menganggap pendidikan di negara kita ciukup mahal?  Selain masalah mahalnya biaya pendidikan masalah lainnya adalah waktu pengajaran, dengan survey lapangan, dapat kita lihat bahwa pendidikan tatap muka di negra kita ini relative lebih lama dibandingkan dengan negara lain. Selain itu, kurangnya mutu pengajar disebabkan oleh oengajar yang mengajar tidak pada kompetensinya.sistem pendidikan yang baik juga berperan penting dalam meningkatkan suatu efisiensi pendidikan. Sangat disayangkan juga sistem pendidikan kita berubah-ubah sehingga membingungkan pendidik dan pelajar.

3.      Standarisasi pendidikan di Indonesia
Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia kita juga harus melihat tentang standarisasi pengajaran yang kita ambil. Dunia pendidikan terus berubah begitu juga dengan kompetensinya yang dibutuhkan masyarakat  terus-menerus berubah apalagi didalam dunia terbuka dalam dunia modern dalam era globalisasi. Kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh seseorang dalam lembaga pendidikan haruslah memenuhi standar. Tentunya setelah kita melewati proses untuk memnentukan standar yang akan diambil. Beberapa masalah yang menyebabkan rendahnya kualoitas pendidikan di Indonesia;
1.      Rendahnya kualitas darana fisik
Banyak sekali sekolah-sekolah ataupun perguruan tinggi yang gedungnya rusak,kepemilikan dan penggunaan media belajar yang rendah,buku perpustakaan yang tidak lengkap
2.      Rendahnya kualitas pengajar
Keadaan pengajar di Indonesia juga sangat memprihatinkan, banyak guru yang belum memilioki keprofesionalan yang memadai dalam proses mengajar.
3.      Rendahnya kesejahteraan guru
Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendanya kualitas pendidikan.
4.      Rendahnya prestasi siswa
Rendahnya sarana fisik,kualitas pengajar,kesejahteraan guru menyebabkan pencapaiab prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan.
5.      Mahalnya biaya pendidikan\
Pendidikan yang bermutu itu sangatlah mahal,mahalnya biaya yang dikeluarkan masyarakat untu mengenyam bangku pendidikan membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain selain tidak bersekolah.

4.      Solusi dari permasalahan pendidikan di Indonesia
Secara garis besar ada dua solusi yang dapat  diberikan:
Pertama, solusi sistematik, yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini diterapkan dalanm konteks sistem ekonomi kapitalisme yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik termasuk pendanaan pendidikan.
Maka solusi untuk masalah-masalah yang ada khususnya yang menyangkut perihal pembiayaan seperti rendahnya sarana fisik,kesejahteraan guru, dan mahalnya biaya pendidikan berarti memnuntut juga perubahan sistem ekonomi kapitalis yang kejam. Maka sistem kapitalis saat ini wajib dihentikan dan diganti dengan sistem ekonomi islam yang menggariskan bahwa pemerintahlah yuang akan menanggung segala pembiayaan pendidikan negara.
Kedua, solusi teknis yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkaitlangsung dengan pendidikan. Solusiini misalnya untuk menyelesaikan maslah kualitas guru dan prestasi pelajar.
Maka, solusi untuk masalah-masalh teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Rendahnya kualitas guru misalnya disamping diberi solusi peningkatan kesejahteraan juga diberi solusi dengan membiayai guru untuk melanjutkan ke jenjangpendidikan yang lebih tinggi dan memberikan pelatiha n-pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi pelajar misalnya diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran.






5.Penutup

5.1Kesimpulan

kualitas pendidikan di Indonesia masih sangat rendah apabila kita bandingkan dengan kualitas-kualitas pendidikan di negara lain. Hal-hal yang menjadi penyebab  utamanya yaitu efektifitas,efisiensi, dan standarisasi pendidikan yang masih kurang dioptimalkan.
Masalah-masalah lainnya yang menjadi penyebanya adalah:
1.      Rendahnya kualitas darana fisik
2.      Rendahnya kualitas pengajar
3.      Rendahnya kesejahteraan guru.
4.      Rendahnya prestasi siswa
5.      Mahalnya biaya pendidikan
Adapun solusi yang dapt diberikan dari permasalahandiatas antara lain dengan mengubah sistem-sitem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan.


5.2 Saran

Perkembangan di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan sistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. Salah satu cara yang harus dilakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini menjadi lebih baik lagi dalam bersaing secara sehat di segala bidang di dunia Internasional.




Daftar Pustaka